Speech Delay Pada Anak Apakah Masalah Psikologis Atau Saraf ?

 


            Tumbuh dan kembang anak tentu menjadi salah satu prioritas yang paling diperhatikan oleh orang tua. Tidak jarang orang tua seringkali mengabadikan momen perkembanagan anak karena dianggap sebagai suatu pencapaian dan juga momen yang tidak akan terulang lagi.

            Namun tidak jarang karena hal tersebut banyak orang tua yang merasa minder dengan perkembangan anaknya yang mungkin tidak secepat anak sebayanya. Padahal jika ditelaah lagi perkembangan tiap anak sebeanrnya berbeda – beda. Meskipun terdapat table mengenai target yang bisa dilakukan anak pada usia tertentu tetapi tetap saja hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai patokan.

            Salah satu momen perkembangan anak yang paling ditunggu – tunggu oleh orang tua adalah momen saat anak sudah bisa mulai berbicara. Bahkan saat anak baru mulai mengoceh kata berulang pun orang tua sudah merasa sangat senang. Tetapi bagaimanakah jika pada beberapa anak mengalami keterlambatan berbicara ?

            Sebenarnya keterlambatan berbicara pada anak atau Speech Delay ini bukanlah sesuatu yang asing di dengar. Di Indonesia sendiri sudah banyak sekali ditemukan masalah anak ayng terlambat dalam berbicara. Tetapi dalam permasalahan tersebut tidak semuanya parah dan tidak bisa ditangani.

            Masalah terlambat berbicara atau Speech Delay ini masih bisa disembuhkan jika orang tua bisa dengan sigap menemukan penyebab mengapa anak bisa kesulitan berbicara. Jika masalah yang ditemukan bukan merupakan masalah serius maka orang tua bisa memberikan terapi dengan mengajak anak sering berbicara dirumah.

            Banyak orang tua diluar sana masih kesulitan mengetahui penyebab terjadinya masalah Speech Delay pada anak. Sebagian berpikiran bahwa Speech Delay adalah masalah Psikologis tetapi sebagian lagi berfikir bahwa Speech Delay merupakan masalah karena ada permasalahan saraf pada anak.

            Nyatanya sebenarnya penyebab terjadinya Speech Delay pada anak ini berbeda – beda, baik masalah saraf maupun masalah psikologis keduanya tidak ada yang bisa disalahkan. Karena memang kedua hal tersebut bisa jadi salah satu penyebab terjadinya maslah keterlambatan bicara pada anak.

            Di beberapa kasus anak yang mengalami keterlambatan berbicara akibat masalah psikologis biasanya diakibatkan karena anak kurang mendapat dorongan dari orang tuanya. Biasanya orang tua tidak memiliki banyak waktu untuk mengajak anaknya untuk mengobrol akhirnya anak menjadi sulit untuk berbicara karena ia jarang mendengar contoh cara pengucapan kalimat dari orang tuanya.

            Masalah seperti itu biasanya terjadi kepada anak yang memiliki orang tua yang yang terlalu sibuk. Atau masalah psikologis yang kedua adalah anak tidak terlalu banyak bersosialisasi sehingga saat bertemu orang banyak ia menjadi takut dan bingung karena anak tidak bisa mengutarakan apa yang ingin ia katakan.

            Penyebab lain masalah keterlambatan bicara pada anak karena masalah saraf. Biasanya masalah yang satu ini sering terjadi pada anak yang mengalami autism spectrum disorder. Anak yang memiliki gangguan tersebut cenderung mengalami kesulitan dalam melakukan interaksi sosial sehingga iapun kurang bisa berkomunikasi dengan orang lain.

            Selain itu mungkin juga anak mengalami keterlambatan berbicara akibat adanya kelainan di sekitar area mulut. Tentunya hal tersebut juga menjadi salah satu pemicu yang membuat anak kesulitan berbicara. Jika anda mengetahui anak mengalami gangguan berbicara akibata gangguan seperti itu maka anda disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis.

            Dengan segala upaya yang dilakukan tersebut tentunya diharapkan kedepannya anak bisa lebih mudah untuk bisa berkomunikasi. Tentunya sebagai orang tua pun kita harus selalu memberikan stimulasi pada anak.


Rumah adat di Indonesia sangatlah banyak macamnya. Dan setiap suku itu memiliki masing-masing rumah adat. Bahkan bagi satu suku itu bisa lebih dari satu rumah adat. Itu disebabkan oleh keanekaragaman suku dan budaya di Indonesia. Menurut buku “Arsitektur Tradisional Daerah Jawa Barat” oleh tim penulis Drs. Dasum Muonas, dkk dan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan (Ditjenbud), di Provinsi Jawa Barat terdapat beberapa macam rumah adat. Perbedaan itu dilihat dari bentuk atap dan bangunannya.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah macam-macam rumah adat Jawa barat.

1.      Jolopong

Jolopong merupakan istilah dari bahasa Sunda yang berarti tergolek lurus. Jolopong juga dikenal dengan nama suhunan panjang. Rumah jolopong memiliki 2 bidang atap yang sam panjang dan sejajar dengan kedua sisi bawah bidang atap dan di pisahkan oleh bidang kayu ditengah bangunan rumah. Bentuk rumah ini adalah rumah panggung yang memiliki kolong setinggi 40 hingga 60 cm. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat rumah ini yaitu kayu, bambu ijuk, Daun kelapa, batu, dan tanah. Rumah ini memiliki beberapa keunikan seperti Bentuk rumah yang cukup tua karena terdapa bentuk atap bangunan saung yang diperkirakan bentuknya sudah tua. Bangunan ini banyak ditemukan di kecamatan Tomo, kabupate Sumedang.

2.      Tagog Anjing

Rumah adat yang satu ini dinamakan Tagog Anjing karena bentuk atapnya memiliki arti "sikap anjing yang sedang duduk". Rumah adat ini memiliki dua bidang atap yang beda ukuran. Bidang atap pada bagian depan rumah lebih panjang dibanding atap bagian belakang rumah.

3.      Badak heuay

Bangunan rumah adat Sunda yang bernama badak heuay ini sama dengan rumah adat Tagog Anjing. Hanya saja bidang atap belakang yang melewati batang kayu dimakan rambut. Dan rumah ini dinamakan Badak Heuay karena bentuknya seperti Mulut badak yang sedang terbuka.

4.      Parahu Kumureb

Rumah adat yang satu ini memiliki r buah bidang atap. Sepasang bidangnya memiliki ukuran yang sama dan berbentuk trapesium. Dan bidang yang lainnya berbentuk segitiga sama kaki. Letak keempat bidang atap ini dibatasi dengan sebatang kayu.

Rumah ini dinamakan Parahu Kumureb karena bentuknya seperti perahu yang terbalik.

5.      Julang Ngapak

Bangunan rumah Julang Ngapak ini memiliki batang kayu yang mencuat di kedua ujungnya dan terdapat tameng yang menggantung di depannya.

Bentuk atap rumah adat yang satu ini melebar di kedua sisi sehingga jika dilihat dari depan, bentuknya seperti sap burung Julang yang sedang merentang. Oleh karena itu nama rumah adat ini yaitu Julang Ngapak. Rumah ada ini sering ditemui di daerah Garut dan Kuningan.

6.      Buka Palayu

Rumah adat yang satu ini memiliki keunikan yaitu terdapat pada letak pintu muka dari rumah yang menghadap ke arah satu di antara sisi dari bidang atapnya. Oleh karena itu, jika dilihat dari arah muka rumah, tampak jelas ke seluruh garis suhunan yang melintang dari kiri ke kanan. Bangunan rumah adat ini biasanya terdapat di daerah Sumedang dan Cirebon, jawa Barat.

7.      Buka pongpok

Ruma adat masyarakat Sunda yang satu ini hampir mirip dengan rumah adat Buka Palayu, namun bedanya yaitu terletak di penempatan pintu pada bagian bidang rumah yang pendek.

8.      Kasepuhan Cirebon

Rumah adat ini dapat dilihat dari namanya terdapat di daerah Cirebon. Keunikan rumah ini yaitu terletak pada ruangan yang dibagi menjadi 4 bagian yaitu Jinem atau Pendopo yang diperuntukkan bagi punggawa penjaga keselamatan sultan, kemudian pringgodani sebagai tempat sultan memberi perintah kepada Adipati, kemudian Prabayada sebagai tempat menerima tamu istimewa, ruang kerja, dan istirahat sultan.